Topik kali ini saya angkat karena teringat lebaran lalu ada yang bertanya bila ada anak yang susah menangkap materi pelajaran apakah dia aslinya memang bodoh sehingga tidak bisa diajari lagi? Atau memang gurunya yang kurang sabar?
Sebelum lanjut, saya akan membahas tentang apa itu kesulitan atau hambatan dalam proses belajar anak, namun yang akan saya bicarakan disini adalah anak-anak yang normal secara keseluruhan , yang mana artinya kesulitan belajar yang akan saya bahas disini adalah kesulitan yang dialami oleh anak-anak yang sehat secara fisik maupun mental, dan bukan disebabkan disabilitas bawaan yang tidak bisa disembuhkan.
Kesulitan belajar sendiri umumnya di definisikan sebagai kesukaran siswa dalam menerima atau menyerap pelajaran. Ada beberapa kasus kesulitan dalam belajar, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Abin Syamsudin M, yaitu : (1) Kasus kesulitan dengan latar belakang kurangnya motivasi dan minat belajar. (2) Kasus kesulitan yang berlatar belakang sikap negatif terhadap guru, pelajaran, dan situasi belajar. (3) Kasus kesulitan dengan latar belakang kebiasaan belajar yang salah. (4) Kasus kesulitan dengan latar belakang ketidakserasian antara kondisi obyektif keragaman pribadinya dengan kondisi obyektif instrumental impuls dan lingkungannya.
Jadi sebenarnya, ketika seorang anak mengalami kesulitan belajar, sumber penyebabnya tidak selalu dari anak tersebut, bisa saja karena lingkungannya tidak mendukung, guru yang tidak bisa menarik perhatian siswa, atau minat belajar dari siswa ini yang rendah, untuk minat belajar yang rendah sendiri masih perlu digali apa penyebabnya. Karena menurut saya pribadi, selalu ada alasan kenapa seorang anak tidak memiliki minat dalam suatu hal.
Kemudian, dalam proses belajar mengajar sendiri ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :
1.Gaya belajar
Gaya belajar yang saya maksud disini adalah cara yang disukai dalam melakukan aktivitas belajar, gaya belajar masing-masing orang tentu saja berbeda beda, ada 3 gaya belajar yang umumnya sudah diketahui orang banyak yaitu :
a. Gaya belajar Visual
Saat mempelajari hal baru, biasanya tipe ini perlu melihat sesuatu secara visual untuk lebih mudah mengerti dan memahami. Kalo anak-anak ya sambil ditunjukkan gambarnya, atau bentuknya. Selain itu, tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Jadi kalau tipe ini diminta untuk duduk mendengarkan saja, jelas dia akan sangat kesulitan menangkap materi yang diajarkan.
b. Gaya belajar Auditori
Orang dengan gaya belajar auditori memiliki indera pendengaran yang lebih baik dan lebih terfokus. Orang dengan gaya belajar ini mampu memahami sesuatu lebih baik dengan cara mendengarkan. Hal ini berkaitan dengan proses menghafal, membaca, atau soal cerita, na, biasaya untuk orang dengan tipe ini lebih suka mendengarkan penjelasan daripada disuruh membaca buku sendiri, sehingga kalaau dipaksa memahami secara mandiri tanpa ada teman diskusi dia aka lebih kesulitan.
c. Gaya belajar Kinestetik
Gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar dengan melibatkan gaya gerak. Hal yang berkaitan yaitu seperti olahraga, menari, memainkan musik, percobaan laboratorium, dan lainnya. Gaya belajar ini efektif untuk anak yang menyukai gerak dan gambaran imajinasi berdasarkan gerakan. Pernah, lihat anak yang sukanya jalan terus tapi dia pandai dalam pelajaran? Yep, memang gaya belajarnya seperti itu. Justru ketika disuruh diam dan tenang malah tidak bisa fokus sama sekali. Anak dengan gaya belajar kinestetik sangat cocok dengan segala hal yang berhubungan dengan kerjasama tim, atau kegiatan aktif lainnya. Jika berada didalam kelas, bisa dicoba untuk memintanya mengunyah permen karet atau cukup dengan menggerakkan kaki saja.
2.Metode Mengajar
Selain gaya belajar siswa, hal lain yang perlu diperhatikan dalam proses belajar dan mengajar adalah metode mengajar apa yang digunakan oleh seorang guru.
Jika kita membuka internet dan menuliskan keyword “metode mengajar” akan sangat banyak sekali metode yang bisa dicoba untuk diterapkan dalam proses mengajar, guru bisa mencari metode belajar apa yang paling cocok digunakan didalam kelasnya, sehingga siswa tidak bosan dan tetap menyukai aktivitas belajar. Metode belajar yang monoton akan cenderung membosankan dan menurunkan motivasi siswa untuk belajar, apalagi memahami materi yang disampaikan.
3.Suasana kelas atau tempat belajar
Dalam proses belajar dan mengajar, membangun suasana yang akrab, dan menyenangkan sangat dianjurkan. Dosen saya pernah bilang, bahwa orang yang belajar dengan kondisi yang bahagia akan lebi muda menangkap materi daripada orang yang belajar dalam kondisi sedih, tertekan, dan stress. Oleh karena itu memnciptakan suasana kelas yang menyenangkan juga penting ketika hendak memulai aktivitaas belajar
4.Lingkungan
Lingkungan yang di maksud disini adalah lingkungan yang mempengaruhi proses belajar seseorang, lingkungan sekolah, lingkungan pertemanan, dan lingkungan keluarga.
Seorang anak yang belajar di sekolah yang memiliki fasilitas lengkap, teman-teman yang suka mengajari satu sama lain, dan mendapat support dari keluarga tentu akan lebih mudah dalam memahami materi daripada anak yang tidak memiliki ketiga unsur diatas
Sekali lagi saya tekankan bahwa penyebab seorang anak sulit menangkap pelajaran tidak hanya berasal dari anak itu sendiri, ada banyak faktor lain yang juga sama pentingnya untuk ditinjau. Saya percaya, anak-anak itu bukannya bodoh, hanya saja belum menemukan guru, tempat, dan gaya belajar yang tepat.
Demikian dari saya, terimakasi dan semoga bermanfaat.
Sumber : (http://www.sarjanaku.com/2011/08/pengertian-kesulitanbelajar.html)
https://eprints.uny.ac.id/9124/3/bab%202%20-04513241025.pdf
https://dosenpsikologi.com/macam-macam-gaya-belajar
https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/5307/4603
Komentar
Posting Komentar