Langsung ke konten utama

Postingan

  10 RED FLAGS SPOTTING TOXIC PEOPLE   10 list di bawah ini secara spesifik memang tentang romantic relationship. Akan tetapi list di bawah ini juga tentang kamu, keluarga atau teman-temanmu. Setiap poin menuntut kita utuk intropeksi diri dan lebih sadar terhadap diri sendiri. Karena jika kamu hendak mengenali toxic people, kamu tidak dapat hanya fokus sepenuhnya pada perilaku mereka, kamu juga perlu menyadari red flags mu sendiri.   Apa aja sih 10 Red Flags dari toxic people menurut John MacKenzie?? Yuk, simak poin-poin di bawah ini.   1.  Gaslighting and Crazy-Making   Secara terang-terangan menyangkal perilaku manipulatif mereka sendiri dan mengabaikan bukti ketika dikonfrontasi. Mereka meremehkan dan mendadak mengkritisi jika kamu mencoba untuk menyangkal pemalsuan mereka dengan fakta-fakta yang kamu punya. Daripada memperbaiki perilaku buruknya, mereka justru menyalahkanmu karena terlalu “sensitif dan “gila/aneh”. Toxic people mengondisikanmu untuk mem...
Postingan terbaru

NEO-HUMANISM PART 3 (Last)

Halo… Setelah beberapa waktu akhirnya saya punya niatan lagi untuk melanjutkan pembahasan tentang neo humanism haha.. Senang sekali ada semangat untuk membahas kelanjutan dari neo-humanism ini, saya harap teman-teman yang membaca blog ini mendapat energi positif dari apa yang saya tulis. Terakhir kali saya membahas tentang sentimen, bukan? Melanjutkan tulisan sebelumnya, saya ingin membahas tentang batasan-batasan didalam sentimen dan konflik yang ditimbulkan. LIMITATION AND CONFLICT Pada tulisan sebelumnya saya sudah membahas tentang bagaimana sentimen itu muncul dan meluas, mulai dari sentimen pada diri sendiri, kemudian meluas pada keluarga, meluas lagi pada lingkungan tempat tinggal, semakin meluas dan meluas sampai akhirnya sentimen tersebut meliputi setiap manusia, yang sering dikenal dengan humanisme. Berikut adalah gambaran proses perluasan sentimen Dalam gambar diatas dijelasakan bahwa sentimen seorang manusia bisa sampai pada tingkat...

NEO-HUMANISM PART 2

  Halo, teman-teman~ Di postingan sebelumnya saya sudah menceritakan tentang bagaimana kesan saya berkenalan dengan Didi Tattva bukan? Nah, kali ini saya ingin menulis tentang apa yang disampaikan oleh Didi Tattva dalam seminar yang berjudul Neo-Humanism, informasi kali ini saya tulis berdasarkan apa yang saya pahami tentang Neo-Humanism ketika mendengarkan seminar Didi Tattva. Okay, seminar ini dimulai dengan salam “Namaskar” yang artinya “ Saya menghormati kepercayaan/ketuhananmu dengan kesadaran penuh dan sepenuh hati saya”, dari salamnya aja udah adem banget maknanya hehe.. Kemudian, pembahasa pertama adalah Humanism Vs. Neo-Humanism Pada bagian ini, dijelaskan perbedaan antara humanisme dan neo-humanisme, kata humanisme sudah pasti sering kita dengar, bukan? Dalam ranah filsafat dan psikologi sudah pasti kenal tentang humanisme. Umumnya, humanisme dikenal sebagai gagasan yang mengutamakan manusia, manusia berhak mendapatkan hak asasi manusi...

PENGALAMAN MENGENAL DAN MENGIKUTI KEGIATAN DARI MIRACLE PSYCHOLOGY BERSAMA DIDI TATTVAVEDA DAN DIDI HARI PRIYA (NEO-HUMANISM PART 1)

Halo…. Setelah sekian lama saya bermalas-malasan bikin konten akhirnya hari ini saya kembali dengan sebuah ilmu dan pengalaman yang baru saya dapatkan, yang mana saya harap apa yang saya tulis kali ini akan membawa manfaat bagi pembaca terkasih sekalian hehe.. formal banget ya ^_^ Oiya, sebelum menulis tentang Neo-Humanism saya ingin bercerita terlebih dahulu tentang pengalaman saya bertemu dengan Didi Ananda Tattvaveda selaku pakar Neo-Humanism. Pertama-pertama, saya pengen ngucapin terimakasih banyak ke ibuk Rini, ibu psikolog dari Miracle Psychology yang sudah mengajak dan mengizinkan saya untuk menjemput Didi Tattva dan Didi Hari Priya pada tanggal 23 Februari 2020 bahkan diizinkan juga untuk mengikuti seminar Neo-Humanism ini tanpa membayar, baik banget kan… padahal saya cuma volunteer dan bukan asisten tetap. Sekali lagi terimakasih banyak untuk Bu Rini sudah memberi saya kesempatan untuk mengenal orang baru dan mempelajari ilmu baru, it means a lot to me. Kemudia...

Menjadi Ibu yang Hebat adalah Pilihan

                                       https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20171122/11910201-1500769840248449-481563574-n-ea0d26876374add4255a49f097ad89c5.jpg Siapakah Ibu itu? Perempuan yang melahirkan anaknya.. Perempuan yang merawat anak-anaknya seumur hidupnya… Perempuan yang tidak pernah lelah mencurahkan kasih sayang pada anak-anaknya… Definisi kata Ibu selalu berbeda-beda bagi setiap orang, namun, yang jelas ibu juga manusia biasa, dan seperti manusia biasa pada umumnya,  tidak semua ibu bersikap bak malaikat, akan tetapi tidak sedikit juga sosok ibu dianggap melebihi kebaikan diseluruh dunia sebab kehebatannya dalam mengayomi anak-anaknya. Kembali saya katakan, bahwa pada dasarnya ibu adalah manusia biasa, ada yang buruk dan ada pula yang baik, ada yang biasa saja dan ada pula yang hebat. Ketika manusia biasa bisa memilih menjadi pribadi ya...

Perempuan cukup pandai di sumur, dapur dan kasur saja?? Ini pendapat saya

pict from:  https://www.popbela.com/career/inspiration/niken-ari/ilustrasi-tentang-perempuan-sebagai-sosok-yang-tangguh/full Halo, salam hangat dari penulis yang sebentar lagi akan menumpahkan opininya haha.. jika teman-teman mengikuti akun sosial media saya, pasti tidak asing dengan judul diatas. yep... Topik ini sudah sempat saya angkat di instagram dan facebook, kemudian sekarang dengan senang hati kembali saya tulis lagi di blog dengan versi yang lebih panjang, tentu saja. Semoga pembaca yang kurang puas dengan tulisan saya sebelumnya, kali ini bisa terobati, sangat didukung jika ada diskusi dikolom komentar, oke. :D sudah siap membaca? here we go.... "Perempuan itu ngga perlu pandai apa-apa, cukup pandai di sumur,dapur dan kasur saja"   Sejujurnya kalimat ini sama sekali tidak asing ditelinga saya, kalimat ini sudah kerap saya dengar sejak masuk pesantren beberapa tahun lalu, kalimat yang paling biasa saya dengar akan tetapi tidak pernah di...

Kritik dan Ujaran Kebencian/ Hate Speech, Apa bedanya?

               Di era yang serba digital ini setiap individu seolah mendapat kesempatan menggunakan hak nya untuk berbicara secara mutlak, ditambah dengan adanya smartphone, gadget, serta media sosial yang dapat menjembatani setiap individu dalam mengungkapkan ide dan pikirannya tanpa batas, sehingga hak berbicara pun dapat digunakan kapan saja dan dimana saja melalui platform media sosial yang beragam jenisnya.     Setiap developer dari masing-masing platform media sosial tentu memiliki tujuan yang baik ketika menciptakan dan mengembangkan platform media sosial mereka, mulai dari memudahkan setiap pengguna untuk berinteraksi dengan orang lain dari berbagai macam tempat yang bahkan tak terjangkau sebelumnya, sampai memudahkan individu untuk membangun relasi dan menjadi lebih dekat satu sama lain. Akan tetapi, amat disayangkan karena pada kenyataannya niat baik dari para developer tidak sepenuhnya tercapai, masih ada oknum-oknum...