10 RED FLAGS SPOTTING TOXIC PEOPLE
10 list di bawah ini secara spesifik memang tentang romantic relationship. Akan tetapi list di bawah ini juga tentang kamu, keluarga atau teman-temanmu. Setiap poin menuntut kita utuk intropeksi diri dan lebih sadar terhadap diri sendiri. Karena jika kamu hendak mengenali toxic people, kamu tidak dapat hanya fokus sepenuhnya pada perilaku mereka, kamu juga perlu menyadari red flags mu sendiri.
Apa aja sih 10 Red Flags dari toxic people menurut John MacKenzie?? Yuk, simak poin-poin di bawah ini.
1. Gaslighting and Crazy-Making
Secara terang-terangan menyangkal perilaku manipulatif mereka sendiri dan mengabaikan bukti ketika dikonfrontasi. Mereka meremehkan dan mendadak mengkritisi jika kamu mencoba untuk menyangkal pemalsuan mereka dengan fakta-fakta yang kamu punya. Daripada memperbaiki perilaku buruknya, mereka justru menyalahkanmu karena terlalu “sensitif dan “gila/aneh”. Toxic people mengondisikanmu untuk mempercayai bahwa letak masalahnya adalah reaksimu terhadap perilaku abusive mereka, dan bukan pada perilaku abusive mereka.
2. Tidak Dapat Berempati Atau Memahami Sudut Pandangmu, Perasaanmu Atau Orang Lain Untuk Masalah Perilaku Abusivenya.
Kamu merasa kesulitan untuk menjelaskan pada mereka tentang bagaimana rasanya jika kamu memperlakukan mereka seperti mereka memperlakukanmu karena ketika kamu menjelaskan al tersebut mereka hanya melihatmu tanpa menunjukkan perasaan. Perlahan kamu belajar untuk tidak lagi mengomunikasikan perasaanmu dengan mereka, karena biasanya kamu hanya menjumpai reaksi diam atau kekesalan.
3. The Ultimate Hypocrite.
“Do as I say, not as I do.”
Mereka memiliki ekspektasi yang teramat sangat tinggi terhadap kesetiaan, rasa hormat/ keinginan dihargai, di puja-puja atau disanjung-sanjung. Setelah semua fase idealis ini, tak satupun dari hal diatas yang diberikan kembali padamu, mereka tidak melakukan hal yang sama untukmu. Sebaliknya, mereka curang/ berselingkuh, berbohong, mengkritisi, dan memanipulasimu. Akan tetapi kamu diharapkan untuk tetap perfect, karena jika tidak maka kamu akan segera digantikan/diancam akan digantingan dan dianggap tidak layak.
4. Kebohongan Patologis dan Alasan-alasan
Mereka akan selalu mencari-cari alasan untuk segala hal, bahkan ketika alasan tersebut sebenarnya tidak dapat dijadikan alasan. Mereka membuat kebohongan lebih cepat bahkan sebelum kamu bertanya. Mereka terus-menerus menyalahkan orang lain- it’s never their fault. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk merasionalkan perilaku mereka seolah itu normal daripada memperbaikinya. Bahkan ketika kebohongannya tertangkap basah, ia tak menunjukkan penyesalan atau rasa malu. Seringkali, terlihat seperti mereka sendirilah yang ingin tertangkap olehmu *ini creepy sih*
5. Fokus Pada Kesalahanmu/Orang Lain Daripada Kesalahannya Sendiri
Jika mereka terlambat selama dua jam, jangan lupa bahwa kamu hanya terlambat lima menit ketika kalian bertemu. Jika kamu mengingatkan perilaku tidak baik mereka, dengan cepat mereka akan memutar balik percakapan ke arahmu. Kamu mungkin akan mulai memiliki sifat-sifat perfeksionis, menjadi sangat sadar bahwa kesalahan apapun dapat dan akan digunakan untuk menyerangmu
6. Kamu Menyadari Bahwa Dirimu Menjelaskan Elemen Dasar Atas Rasa Hormat Kepada Sesama Manusia Pada Pria Atau Wanita Yang Sudah Sepenuhnya Dewasa.
Orang yang normal memahami konsep fundamental seperti kejujuran dan kebaikan. Toxic people kebanyakan tampak seperti anak kecil dan tidak bersalah, akan tetapi jangan biarkan topeng ini menipumu. Orang dewasa seharusnya tidak lagi diberitahu tentang bagaimana seharusnya ia menjaga perasaan orang lain.
7. Keegoisan dan Haus perhatian.
Mereka menguras energimu dan menghabiskan seluruh hidupmu. Tuntutan mereka atas sanjungan dan pujian tak pernah terpuaskan. Awalnya kamu berfikir bahwa hanya kamulah yang dapat membuatnya bahagia, sekarang kamu merasa bahwa siapapun dapat mengisi peranmu.
8. Membanding-bandingkan Kamu Dengan Orang Lain Di Dalam Hidupnya.
Mereka membanding-bandingkan kamu dengan mantan, teman, keluarga, atau orang akan menggantikanmu.Saat mengidealkanmu, mereka membuatmu merasa istimewa dengan memberi tahu betapa jauh lebih baiknya kamu daripada orang-orang diatas. Saat mendevaluasi, mereka menggunakan perbandingan ini untuk membuatmu jatuh dan rendah diri.
9. Drama “kasihan” dan Cerita Simpati.
Perilaku buruk mereka selalu berakar dari kisah sedih. Mereka mengklaim berperilaku seperti ini karena mantan yang abusive, orang tua yang abusive, atau kucing yang abusive. Mereka mengatakan bahwa yang mereka inginkan hanyalah kedamaian dan ketenangan. Mereka mengatakan bahwa mereka membenci drama — namun ada lebih banyak drama di sekitarnya daripada siapa pun yang pernah kamu kenal.
10. This Person Becomes Your Entire Life.
Kamu menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka dan teman mereka, dan lebih sedikit waktu dengan teman atau kelompokmu sendiri. Mereka adalah segala yang kamu pikirkan dan kamu bicarakan. kamu mengisolasi diri untuk memastikan bahwa kamu ada untuk mereka. Kamu bahkan membatalkan rencana-rencanamu untuknya.
Demikianlah 10 Red Flags yang dapat kita gunakan untuk intropeksi diri dan menjaga diri dari orang-orang yang toxic. Stay aware and stay health ya teman-teman. Tetap sehat mental, sehat fisik, dan sehat secara sosial.
Source: https://www.pdfdrive.com/psychopath-free-recovering-from-emotionally-abusive-relationships-with-narcissists-sociopaths-other-toxic-people-e194728689.html

Komentar
Posting Komentar